Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Yang Marak
ilustrasi fintech.

Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Yang Marak

Dengan melihat perkembangan teknologi yang makin pesat dengan persaingan, begitu juga dengan bisnis fintech ilegal yang marak sekarang ini, memang butuh sentuhan khusus dari semua pihak termasuk pemerintah agar tidak ada yang menjadi korban kesalahan memilih jasa Fintech.

Dikutip dari FinanceDetik, kabarnya satuan Satuan Tugas Waspada Investasi (STWI) telah menghentikan dan memblokir pergerakan Fintech pinjaman online ilegal atau abal-abal. Hal ini dilakukan agar mengurangi peredaran jenis aplikasi pinjaman online yang memiliki potensi digunakan masyarakat.

Tongam L Tobing selaku ketua Satuan Waspada Investasi, menjelaskan saat ini Fintech atau pinjaman online yang abal-abal berasal dari berbagai negara hingga China.

Untuk lokasi server yang digunakan kebanyakan menggunakan server yang berada di Indonesia, Amerika, China, Malaysia dan Singapura. Imbuhnya saat dihubungi Kamis 4/7/2019.

Pinjaman online ilegal yang marak beredar di Indonesia karena potensi pasar yang besar, alasan itu yang membuat aplikasi Fintech ilegal banyak beredar disini.

Daftar rilis oleh satgas, banyak aplikasi fintech ilegal yang hanya menggunakan hanya e-mail pribadi dan bukan menggunakan domain resmi perusahaan.

Tongam juga mengatakan Fintech pinjaman online takut dengan tindakan satgas karena rutin adanya pemblokiran. Selain itu satgas juga melaporkan informasi kepada Bareskrim dan pengumuman kepada semua masyarakat yang bertujuan agar lembih memahami Fintech.

Baca juga Ciri-ciri Fintech Lending yang Terpercaya

Satgas selalu memonitor dan menganalisa Fintech pinjaman online yang ilegal. Tindakan pemblokiran jika memang aplikasi tersebut tak berizin. Tegasnya.

Sumber:
finance.detik.com/fintech/d-4610841/aplikasi-pinjol-abal-abal-paling-banyak-dari-as-hingga-china

finance.detik.com/fintech/d-4610976/hati-hati-pinjam-uang-di-fintech-abal-abal-bisa-tercekik-utang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *